Durian adalah nama tumbuhan tropik yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Varian namanya yang juga populer adalah duren. Orang Sunda menyebutnya kadu. Nah, kalau orang jawa yang lahir dan tinggal di lampung nyebutnya tetep duren, kalau orang lampung asli menyebutnya durien lemak nian dengan dengan logat khas dialek api atau nyow.
Tumbuhan dengan nama ini bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga (genus) Durio. Nama ilmiah durian komersial adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasaran setempat di Asia Tenggara meliputi D. kutejensis (lai), D. oxleyanus, D. graveolens (durian kura-kura atau kekura), serta D. dulcis (lahong).
Warna buahnya berbeda-beda dari hijau kekuning-kuningan, dan mempunyai bentuk dari bujur hingga bundar. Kulit buahnya bersabut dan permukaannya dipenuhi sudut-sudut tajam (”duri”). Buah mengeluarkan bau yang kuat dan khas. Bagian buah yang dapat dimakan adalah salut biji yang berwarna kekuningan, yang melindungi bijinya.
Banyak orang menganggap buah durian sebagai buah yang enak. Masyarakat sering menyebutnya “raja buah-buahan”. Akan tetapi sebagian orang tidak tahan akan baunya dan menganggapnya berbau busuk. Richard Sterling (dalamThe Travelling Curmudgoen) mengatakan: “baunya mirip sekali dengan kotoran babi, terpentin dan bawang, dan dihiasi dengan kaos kaki kotor dari lapangan olah raga. Baunya tercium dari jauh.” Ada juga yang menggambarkan bau durian seperti bau yang keluar dari truk sampah.
Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam memilih buah durian terbaik. Masing-masing orang percaya bahwa cara pemilihannya dapat menghasilkan buah terbaik.
Durian adalah buah musiman yang dulunya dipanen sekali setahun. Sekarang panen durian dapat dilakukan hingga dua kali setahun. Hal ini meningkatkan persaingan di antara para penjual eceran.
Memilih buah yang tepat amat penting apabila penjual menjual buah sebagaimana adanya, tanpa boleh dibuka. Sekarang penjual umumnya mau membuka buah untuk membuktikan isinya. Dengan cara ini, keahlian dalam memilih pun menjadi kurang penting.
Orang dapat memilih durian dengan mudah di kebun. Buah dari pohon yang sama umumnya mempunyai ciri-ciri yang serupa. Lazimnya buah di kebun dibiarkan masak dan jatuh dari pohonnya (”jatuhan”).
Pemilihan buah di luar kebun lebih rumit. Berikut ini adalah sebagian dari pedoman seleksi yang dapat digunakan:
* Kesegaran buah dapat ditentukan dari tangkainya. Apabila buah telah jatuh dari pohon, tangkainya akan mulai mengering. Penjual yang tidak jujur akan mencoba untuk membalut atau mengecat tangkai untuk menghalangi pembeli mengenali kesegarannya. Penjual yang kurang pintar mungkin malah akan membuang tangkai durian.
* Kebanyakan peminat menggemari buah durian yang kering dan matang. Sebuah cara mudah untuk mengetahui apakah isi durian itu kering tanpa membuka buah adalah dengan menggoncangkan buah dan merasakan getaran kecil. Isi durian yang lembap melekat pada kulit buah. Isi durian yang kering cenderung untuk berpisah dari dinding buah. Orang mestilah berhati-hati agar tidak tergores oleh duri buah durian ketika melakukan ini.
* Durian mungkin diserang oleh ulat perusak yang bertelur di dalam buah yang berkembang menjadi larva. Ketika membeli buah durian pembeli harus menghindari buah yang berlubang pada kulitnyanya karena sering kali ini merupakan tanda adanya “ulat” di dalam buah.
Gimana dengan informasi durian yang biasa, pasti U da pernah nyoba' khaaaaaan????
Tapi jangan ngiler dulu, alnya Aq msh banyak in formasi tentang Durian lg loch..!
Durian unik berdaging merah
Jenis Durian yang satu ini memang unik, karena saya baru pertama kali mendenganr dan melihat durian jenis ini. Walaupun G' secara langsung sich......!
Bagi penggemar Durian terutama " Saya " Durian dikenal dengan rasanya yang bervariasi.
Tapi daging buahnya, rata-rata berbentuk dan berwarna sama. Tapi pernakah kamu melihat buah durian berwarna merah......?
Di Dukuh Slembi, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali yang " Saya " lihat di Internet, terdapat buah durian yang dagingnya berwarna merah.!
Sepintas dari kulitnya, durian ini tak berbeda dengan durian kebanyakan. Namun, begitu dibelah, daging buahnya berwarna kuning kemerahan seperti tembaga. Pemilik kios durian di Dukuh Slembi menuturkan, jika matang, warna daging buahnya betul-betul merah. ” Rasanya juga berbeda dengan durian lain. Lebih lembut dan manis,”
Di daerah Slembi hanya terdapat satu pohon durian merah yang berada di pekarangan salah seorang warga. Meski langka, Pemilik Durian merah ini tak menjualnya dengan harga khusus. Untuk durian merah ukuran kecil tetap dijualnya dengan harga rata-rata, sekitar Rp 10 ribu.

Kalimantan Selatan terdapat buah yang
mirip dengan durian yang kita kenal.
Bedanya hanya pada aroma yang tak
terlalu menyengat.
Serupa tapi tak sama. Itulah buah Elay atau Lai dan durian yang kita kenal (Durio zibenthinus). Dari segi tampilan memang dua jenis buah yang masih satu famili ini tak begitu jauh berbeda. Kulitnya sama-sama berduri. Hanya saja, pada durian biasa durinya lebih tajam, lebih besar dan keras, serta bentuk buahnya lonjong. Sedangkan duri buah Lai lebih kecil (kurus) dan ujungnya agak bengkok, lunak, dan bentuk buahnya bulat.
Durio Kutejenis begitu nama latin durian Lai ini. Ini menunjukkan bahwa buah ini berasal dari Kutai Kartanagara, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur. Jenis buah yang satu ini kurang dikenal di luar Kalimantan, terutama di Jawa. Buah ini dengan gampang ditemukan di hampir setiap wilayah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Bagi penggemar buah durian, tentu dengan gampang pula bisa membedakan antara buah Lai dan durian biasa. Meski dari segi rasa hampir sama, namun dari segi aroma jauh berbeda. Kandungan alcohol buah Lai lebih sedikit dibanding durian biasa, sehingga aromanya tidak terlalu menyengat seperti halnya durian pada umumnya.
Lalu, bagaimana kalau Durio Katejenis dan Durio Zibenthinus disilangkan? Hasilnya Durian Lai Kayan (Durio Excelsus var Kayan). Inilah buah durian khas dan ungulan asal Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Ternyata durian hasil persilangan alami antara gen kedua induk buah tersebut diketahui memiliki beberapa keunggulan. Ukurannya berkisar 2 hingga 3 kilogram per buah, dan rasanya pun manis.
Keunggulan lainnya, daging buahnya tebal dan berbiji kecil. Warna daging buah durian Lai ini kuning kemerahan yang merupakan perpaduan antara warna daging buah Lai yang kemerahan dan daging buah durian biasa yang berwarna kekuning-kuningan. Sedangkan dari segi tekstur, Durian Lai Kayan lebih halus, kering, dan berlemak.
keunggulan durian khas bulungan ini adalah pada bagian dalam buah memiliki biji yang hampa, dengan aroma yang tidak terlalu tajam (menyengat). Dengan kata lain, kandungan alkohol lebih rendah ketimbang durian biasa.
“ Bagi konsumen yang tidak menyukai aroma durian yang menyengat, silahkan coba durian Lai
Kayan, “
Durian Lai Kayan persisnya berasal dari Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas Bulungan, Kalimantan Timur. Durian ini sudah dikenal sejak 1825 dengan karakteristik yang khas, seperti pada aromanya yang merupakan perpaduan antara durian biasa dan buah Lai. Buah yang dijual pada kisaran Rp30.000 hingga Rp50.000 per buah ini memiliki ketebalan kulit kurang lebih 7 mm, dan ketebalan daging 1,2 cm – 1,5 cm.
Durian Lai Kayan dapat tumbuh pada ketinggian 0-800 meter di atas permukaan laut dengan temperatur 25 – 32 derajat celcius, dan kelembapan udara sekitar 50-80%. Bisa juga tumbuh pada tanah berjenis latosol, podsolik merah kuning, dan andosol, dengan Ph tanah 5,5 – 6,5, serta curah hujan 1.500 -2.500 mm per tahun.
Selain itu, intensitas cahaya matahari sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan produksi buah Durian Lai Kayan ini, yaitu 45-50%. Jarak tanam sebaiknya 12 x 12 meter. Dan, bila Anda ke Kalimantan Timur silah mencicipi Durian Lai Kayan.
Gimana dengan durian Merah And Lai Kayan ini..?
U pasti da g' tahan tuk cicipinya Khaaaan???
Sama donk..!, kira-kira rasanya seperti apa y.?



























2 komentar:
jualan durian ya bu', klo ia ntar dah panen kirimin kerumah yaa, diunggu loch,,,,,
kayaknya,isi blognya kebanyakan tentang makanan ya bu', klo boleh usul sih, se x2 tentang kehidupan sehari donk, kayak diary gitu,,,
Posting Komentar